0




PENDAPAT FRAKSI
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

TERHADAP
RAPERDA PENDIDIKAN NONFORMAL KEAGAMAAN


Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Yang kami hormati Saudara Ketua Rapat Paripurna
Yang kami hormati Saudara Penjabat Bupati Sleman
Yang kami hormati Unsur Forpimda dan Ketua Pengadilan Negeri Sleman
Yang kami hormati Saudara Sekretaris Daerah beserta jajaran Eksekutif,
Yang kami hormati Rekan-rekan anggota DPRD, rekan Pers, tamu undangan dan hadirin yang berbahagia,

Segala Puji bagi Allah SWT atas segala rahmat dan nikmat yang dicurahkan pada kita sekalian, sehingga kita dapat bertemu kembali dikesempatan yang berbahagia ini dalam penyampaian tanggapan fraksi-fraksi terhadap usulan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pendidikan Nonformal Keagamaan  dalam keadaan yang sehat dan bahagia. Semoga acara ini berjalan lancar serta dipenuhi limpahan barokah, Amin.
Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Semoga kita semua dapat mengikuti jejak perjuangan-Nya dan mendapatkan safaatnya kelak di hari akhir. Amiin


Rapat Dewan Yang Terhormat,
Dalam kesempatan yang baik ini, Fraksi PKB mengucapka terima kasih kepada Pimpinan Rapat yang telah memberikan kesempatan kepada kami guna menyampaikan tanggapan terhadap Raperda Pendidikan Non Formal Keagamaan. Ucapan terimakasih kami sampaikan juga kepada rekan-rekan anggota dewan yang tergabung dalam Komisi D DPRD Kabupaten Sleman atas kinerja dan inisiatifnya untuk mengusulkan raperda ini.

Rapat Dewan Yang Terhormat, dan hadirin yang berbahagia
Sebelum kami menyampaikan pandangan umum fraksi, tidak bosan-bosan kami mengingatkan kembali, tinggal 9 hari lagi pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sleman 2015. Mari kita jaga kondusifitas Kabupaten Sleman, kita sukseskan pilkada Sleman 2015, untuk itu perkenankan kami menyitir  salah satu petuah dari Serat Wedhatama karya  Mangkunegoro IV yang berbunyi Sugih Tanpo Bondho, Sekti Tanpo Adji, Nglurug Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake”, dalam konteks pilkada mari kita ambil petuah ketiga yang berbunyi Nglurug Tanpa Bolo yang bisa diartikan berkompetisi secara fair dan tidak dengan intimidasi dan praktek kotor lainnya. Sedangkan petuah keempat Menang Tanpo Ngasorake, memiliki makna jika nantinya menang tetap menghormati dan tidak merendahkan yang kalah. Sing menang ojo umuk, sing kalah ojo ngamuk.

Rapat Dewan Yang Terhormat dan hadirin yang berbahagia
Selanjutnya setelah kami membaca, mencermati dan berdiskusi tentang draft Raperda Pendidikan Nonformal Keagamaan yang kami terima, dalam kesempatan ini, akan disampaikan Tanggapan Fraksi PKB sebagai berikut:

I. Pendahuluan
      Definisi pendidikan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diartikan dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangakan secara bahasa nonformal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  diartikan dengan tidak resmi, bersifat di luar kegiatan resmi sekolah. Dan Keagamaan adalah basis dari pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan sebagai hamba Tuhan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama. Pendidikan nonformal keagamaan di Kabupaten Sleman semakin diminati karena sifatnya yang lebih fleksibel, dan suplementer dari pendidikan formal. Untuk itu sudah saatnya pendidikan non formal keagamaan diperkuat dengan regulasi dalam bentuk peraturan daerah.

II. Tanggapan
1.    Fraksi PKB Sependapat dengan Pemerintah Daerah tentang kemerosotan moralitas remaja usia sekolah sebagaimana tertuang dalam penjelasan umum atas Raperda Pendidikan Nonformal Keagamaan. Dicontohkan tawuran remaja yang berstatus siswa-siswi SMA di Sleman yang semakin meningkat, hingga ada korban jiwa, penyalahgunaan narkotik di DIY tertingginya juga di Sleman. Di tahun 2014 saja ada 135 kasus terjadi di Kabupaten Selamn yang melibatkan anak baik kasus asusila, pencurian dan penganiayaan.
2.    Fraksi PKB juga sependapat dengan Pemerintah Daerah bahwa penurunan nilai moral sosial dan religius dikalangan remaja saat ini merupakan indikasi bahwa pendidikan di sekolah formal yang selama ini dilaksanakan belum sepenuhnya berhasil membina moral dan akhlak generasi muda dimana pelajaran agama hanya mendapatkan porsi 2 jam dalam satu minggu. Kondisi ini tidak akan dapat diselesaikan hanya oleh sekolah formal, sehingga peranan sekolah nonformal khususnya berbasis keagamaan menjadi sangat penting dan mendesak untuk dilaksanakan.
3.    Fraksi PKB juga sependapat dengan pemerintah daerah berkaitan dengan Pasal 14 ayat 1 “Penyelenggara pendidikan nonformal keagamaan yang tidak berbadan hukum wajib mendaftarkan diri kepada SKPD yang berwenang dalam bidang pendidikan”, Namun perlu kajian khusus bidang hukum dan ham dari sisi yuridis agar tidak bertentangan dengan UU Nomor 23/2014 yang mensyaratkan penerima dana hibah harus berbadan hukum.
4.      Fraksi PKB juga sependapat dengan BAPPERDA bahwa pengaturan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan menjadi kewenangan yuridis Kementrian Agama sehingga menjadi pedoman pelaksanaan di lapangan. Tinggal disinergiskan implementasinya dengan ruang lingkup dan kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah.



III. Penutup

Rapat Dewan yang Terhormat, serta hadirin yang berbahagia
Demikian tanggapan Fraksi PKB terhadap usulan Raperda Pendidikan Non Formal Keagamaan,  Selanjutnya kami serahkan kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Sleman untuk dapat ditindaklanjuti dan diselaraskan dengan kajian yuridis Kemenkumham, Kemenag dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dan  Mohon maaf apabila kami di dalam menyampaikan tanggapan fraksi ini ada hal yang tidak berkenan.
Akhirnya, semoga Allah SWT meridhoi setiap upaya kita dalam menjalankan amanah rakyat ini. Aamiin.

Akhirul kalam wassalaamu’alaikum Wr, Wb.

Sleman, 28 November 2015
DEWAN PERWAKILAN  RAKYAT  DAERAH KAB. SLEMAN
FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (FPKB)






Tri Nugroho,SE
Ketua

Rahayu Widi Nuryani, SH. Sekretaris

Post a Comment

 
Top