0


 

PANDANGAN UMUM
FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
TERHADAP
RAPERDA TENTANG APBD TAHUN ANGGARAN 2017


Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Yang kami hormati Saudara Ketua Rapat Paripurna
Yang kami hormati Saudara Bupati Sleman
Yang kami hormati Unsur Forpimda dan Ketua Pengadilan Negeri Sleman
Yang kami hormati Saudara Sekretaris Daerah beserta jajaran Eksekutif,
Yang kami hormati Saudara Rekan-rekan anggota DPRD, rekan Pers, tamu undangan dan hadirin yang berbahagia,

Alhamdulillah, marilah bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Pemurah atas limpahan rahmat, karunia dan berkah dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat bersilaturahmi dan dipertemukan kembali dalam rapat paripurna Penyampaian Pandangan umum Fraksi-Fraksi terhadap  Raperda Tentang APBD Tahun Anggaran 2017 pada saat ini  dalam keadaaan sehat dan penuh keberkahan.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada uswah hasanah kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat yang selalu setia mengikutinya dan semoga kelak kita sekalian senantiasa mendapatkan safaatnya. Amin.

Rapat Paripurna Dewan yang terhormat dan hadirin yang berbahagia
Mengawali penyampaian pemandangan umum ini, izinkanlah kami dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menyampaikan ucapan terima kasih :
·        Yang pertama kepada Saudara Bupati Sleman yang telah menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2017 pada pagi tadi, Jum'at 25 November 2016.
·        Yang kedua, kepada Pimpinan Rapat paripurna Dewan yang berkenan memberikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan  : Pemandangan Umum Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sleman Anggaran 2017
Sebelum kami menyampaikan pandangan umum fraksi, perkenankan kami mengucapkan “Selamat Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini Tanggal 25 November, semoga kita senantiasa menjadi orang yang tidak melupakan jasa Bapak/Ibu guru kita, sang pahlawan tanpa tanda jasa”. Kami juga kembali mengingatkan pentingnya Masjid Agung Sleman sebagai ikon umat islam di Kabupaten Sleman yang butuh perhatian kita bersama.


Rapat Paripurna Dewan yang terhormat dan hadirin yang berbahagia
Setelah mencermati, dan mempelajari Kebijakan Umum Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017, Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara APBD Tahun Anggaran 2017 dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa memandang perlu untuk memberikan catatan, pertanyaan dan pernyataan dalam pemandangan umum ini terhadap raperda tersebut:

I. PENDAHULUAN
Sejak berlakunya UU 23 tahun 2014, peran APBD harus mencerminkan respon Pemerintah Daerah terhadap kebutuhan masyarakat dan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mempunyai peran yang sangat strategis untuk mendukung aktivitas Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menjalankan fungsinya baik untuk menunjang pelayanan publik, implementasi berbagai macam regulasi, meningkatkan pembangunan di berbagai sektor dan untuk pemberdayaan masyarakat. APBD juga merupakan instrumen teknis dari idealisme pembangunan yang ingin diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman yang muaranya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya dalam penyusunan dan pembahasannya harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip efisiensi, efektifitas, ekonomis, dan tepat sasaran. Yang lebih penting lagi bahwa APBD harus mencerminkan respon pemerintah terhadap kebutuhan-kebutuhan prioritas masyarakat dan memiliki kapasitas untuk menyelesaikan sebagian besar problem masyarakat.

II TANGGAPAN
A.   HAL UMUM
1.    Berkaitan dengan perencanaan pembangunan yang komprehensif perlu dibuat aturan tentang perencanaan penyusunan anggaran antara eksekutif dan legislatif sehingga program pemerintah daerah berjalan dengan baik karena DPRD dilibatkan dari awal sehingga hubungan antara eksekutif dan legislatif semakin harmonis. Mohon Tanggapan
2.    Baru tadi pagi Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2017 dari Saudara Bupati, dan pada malam hari ini DPRD Kabupaten Sleman melalui fraksi-fraksi diharuskan untuk memberikan pemandangan umumnya. Bagi Fraksi PKB waktu yang dialokasikan terlalu mepet, padahal pada tahun lalu kami sudah mengusulkan agar diberi sedikit waktu longgar agar bisa lebih mencermati angka-angka dalam APBD tersebut, Kami berharap kedepan lebih dipersiapkan dari awal sehingga waktu yang tersedia cukup. Mohon Tanggapan
3.    Kami juga memberikan apresiasi kepada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sleman (dimana FPKB dalam pandangan umum fraksi tentang RAPBD tahun 2016 sebagai pengusul), yang telah meluncurkan air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek "Daxu" sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air minum yang semakin meningkat, khususnya di Kabupaten Sleman, tinggal bagaimana kita sebagai warga Sleman harusnya banga dengan produk sendiri. Alangkah indahnya Jika semua kebutuhan minum seluruh SKPD di Kabupaten Sleman di suplay dari air minum dalam kemasan (AMDK) produk PDAM ini,  bukan tidak mungkin kedepan akan menjadi profit center bagi peningkatan PAD di Kabupaten Sleman. Mohon Tanggapan
4.    Berkaitan dengan perencanaan pembangunan di Kabupaten Sleman kami minta adanya sinkroniasi antara hasil reses anggota DPRD dengan Musrenbang yang digelar mulai tingkat desa/kelurahan dan kecamatan, sehingga tidak tumpang tindih dalam pelaksanaan programnya. Sejatinya kedua kegiatan itu menyerap aspirasi mayarakat, dengan tujuan yang sama sehingga perlu adanya kesamaan. Selama beberapa tahun digelar Musrenbang dan reses, masyarakat terlihat bosan dengan pelaksanaan kegiatan itu karena sebagian besar tidak ada realisasi. Idealnya saat pembahasan anggaran di DPRD sinkronisasi hasil reses dan musrenbang itu dibuka. Apabila sudah diakomodasi dalam reses melalui usulan anggota dewan, tidak perlu lagi dialokasikan dalam musrenbang, sehingga beban moral anggota dewan ketika reses bertemu dan menyerap aspirasi masyarakat sedikit ringan, karena ada persepsi yang ada dimasyarakat bahwa aspirasi melalui reses tidak ada realisasinya dalam program pembangunan. Mohon Tanggapan
5.    Berkaitan dengan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah beberapa Kecamatan di Kabupaten Sleman, kami mengusulkan 2 kecamatan yaitu Kecamatan Godean dan Kecamatan Ngemplak sekaligus alokasi anggaran untuk hal tersebut, dimana di Kecamatan Godean dan Kecamatan Ngemplak laju pertumbuhan penduduknya cukup pesat sehingga akan diikuti dengan pertumbuhan infrastruktur yang tinggi pula untuk mengakomodasi semua kebutuhan. Mohon Tanggapan
6.    Berkaitan dengan Kabupaten Sleman sebagai salah satu Kabupaten yang memiliki ratusan pondok pesantren, dimana pondok pesantren memiliki kontribusi yang signifikan baik bagi perkembangan agama Islam maupun dalam membangun pendidikan akhlaq dan karakter bangsa. Namun di Kabupaten Sleman kepedulian pemerintah daerah terhadap keberadaan pesantren dirasa masih kurang, untuk itu perlu alokasi anggaran bantuan hibah untuk pondok pesantren dan dana untuk peringatan hari santri yang ada di Kabupaten Sleman. Mohon tanggapan
7.    Berkaitan dengan beberapa formasi jabatan di lingkungan SKPD yang kosong baik karena penggabungan maupun pemekaran SKPD di jajaran eselon 2,3 dan 4, harus sesuai dengan regulasi yang ada. Untuk itu dalam proses promosi dan/atau demosi, sudah seharusnya melalui kajian yang mendalam yang dilakukan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) serta memenuhi kaidah hukum manajemen kepegawaian yang berdasarkan tata kelola pemerintahan yang baik. Mohon Tanggapan
8.    Terkait dengan keberadaan stadion Maguwoharjo, kami sangat prihatin dengan mushola yang berada di dalam lingkungan stadion, seperti diketahui ketika puncak peringatan hari santri dan Liga Santri Nasional beberapa waktu yang lalu diselenggarakn di stadion Maguwoharjo, sayangnya ketika panitia dan penonton akan melakukan sholat berjamaah di mushola, tempat tersebut sudah sangat tidak mencukupi sehingga membludak diselasar lantai dekat mushola. Untuk mengantisipasi hal tersebut jika tidak memungkinkan dalam waktu dekat membangun mushola yang baru yang lebih besar, minimal dianggarkan pembelian karpet untuk sholat di stadion Maguwoharjo. Mohon Tanggapan
B.     PENDAPATAN
1.    Penerimaan PAD dari sektor kepariwisataan dibandingkan dengan nilai PAD secara keseluruhan masih relatif kecil. Minimnya target penerimaan PAD di sektor kepariwisataan itu harusnya menjadi cambuk bagi pemerintah daerah dalam melakukan pengelolaan pariwisata secara keseluruhan, kita boleh iri dengan kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul yang secara serius menggali potensi wisatanya sehingga mampu menjadi salah satu pos PAD unggulannya. Di Gunungkidul dan Kulonprogo mereka mempunyai pantai sebagai andalan, tapi kita mempunyai Gunung Merapi yang kaya akan potensi dan tidak kalah menariknya, tinggal bagaimana kita menggalinya. Mohon tanggapan
2.    Dari sisi pendapatan perlu dilakukan optimalisasi di sektor retribusi parkir, serta pajak restoran, hotel dan rumah makan. Begitu banyak hotel-hotel baru, kos eksklusif, spa, rumah kebugaran, panti pijat dan tempat hiburan lainnya, namun belum memberikan kemanfaatan dari sisi PAD di Kabupaten Sleman. Mohon Tanggapan

C.     BELANJA
1.    Berkaitan dengan Bantuan Khusus Keuangan (BKK) kepada desa sebesar Rp.21.5 milyar mohon pengelolaannya dilakukan secara transparan, perlu diperjelas alokasi penggunaannya karena sudah ada Bantuan Keuangan Dana Desa yang bersumber dari APBN sebesar Rp. 80.85 milyar mana yang menjadi kewenangan pembiayaan Dana Desa,  dan mana yang menjadi kewenangan Bantuan Keuangan Khusus, agar tidak tumpang tindih dan terjadi penganggaran ganda. Mohon tanggapan
2.    Berkaitan dengan penatausahaan belanja daerah terutama dari SKPD-SKPD perlu didorong agar ada koordinasi yang intensif antar SKPD agar informasi-informasi tentang penyedia barang dan jasa yang baik, murah dan berkualitas dapat disampaikan, sehingga dapat dilakukan efisiensi dari sisi belanja SKPD. Sebagai contoh, untuk kebutuhan belanja air minum dalam kemasan harus menggunakan produk dari PDAM Kabupaten Sleman. Mohon tanggapan
3.    Berkaitan dengan pembelian tanah untuk perluasan RSUD Prambanan sebagaimana tercantum dalam KUA-PPAS tahun anggaran 2016, perlu segera di alokasikan juga anggaran untuk pembangunan rumah sakit tersebut, jangan sampai tujuan awal pembelian tanah tersebut perencanaan pengembangannya untuk pembangunan gedung baru, namun ternyata belum direncanakan secara matang, sehingga pemanfaatan tanah rumah sakit semestinya digunakan untuk kepentingan sosial menjadi tidak terwujud. Mohon Tanggapan
4.    Selaras dengan tujuan Kabupaten Sleman untuk menjadi Smart Regency atau Kabupaten yang ramah teknologi informasi, dan dalam rangka menuju kepada clean government pemerintahan yang bersih, sudah selayaknya Sleman menerapkan E-Procuerement atau e-tendering atau tender secara online sehingga tender yang dilakukan lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Mohon tanggapan

III. PENUTUP
Rapat Dewan yang Terhormat, dan hadirin yang berbahagia Demikian Pandangan umum Fraksi PKB terhadap Raperda Tentang APBD Tahun Anggaran 2017 ,  Mohon tanggapan yang proporsional dari Bupati dan  Mohon maaf apabila kami di dalam menyampaikan Pandangan Umum ini ada hal yang tidak berkenan.
Akhirnya, semoga Allah SWT meridhoi setiap upaya kita dalam menjalankan amanah rakyat ini. Aamiin.

Akhirul kalam wassalaamu’alaikum Wr, Wb.

Sleman, 25 November 2016
DEWAN PERWAKILAN  RAKYAT  DAERAH KAB. SLEMAN
FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (FPKB)





Tri Nugroho,SE
Ketua

Rahayu Widi Nuryani, SH.MH Sekretaris

Post a Comment

 
Top